Breaking News
Home / seni budaya / PESTA GONDANG NAPOSO

PESTA GONDANG NAPOSO

Pesta Gondang Naposo

Pesta seperti ini biasanya digelar berhari2………, bisa sampai seminggu dan setiap hari penuh dengan gondang dan tortor. Semua tamu sudah diatur kedatangan nya, ada jadwal masing-masing,kapan kehadiran pihak  hula-hula, kapan kehadiran  boru, kapan kehadiranbona ni ari………dst.

Yang tak pernah dilupakan adalah, selalu ada waktu khusus untuk para naposo. Tentu saja, sebagai naposo, tortor naposo itulah bagian yang paling disukai.

Pada acara gondang naposo, anak-anak gadis berderet manortor seperti terlihat dalam photo . Jumlahnya  pesertanya bisa lebih banyak, 20 atau 30 orang.

Kalau ada gadis cantik di antara para panortor itu, seperti beberapa gadis yang ada di photo ini maka para Anak muda  pun mengambil ulosnya masing-masing dan turun manortor.

Bagi anak muda yang serius mau mencari jodoh , akan tampak jelas tanda-tandanya, yaitu di ujung jari tangannya dia memegang setangkai daun beringin. Sambil manortor, sang anak muda pun akan berusaha menyematkan daun beringin itu ke sanggul rambut gadis yang paling disukai nya .

Yang menarik dari atraksi tortor seperti ini adalah, tortor ini bukan tortor main2. Di dalamnya terkandung sebuah konsekuensi seumur hidup. Sejauh yang sering kita lihat waktu itu, apabila si gadis bersedia rambutnya disemati daun beringin oleh seorang pemuda, artinya adalah dia telah bersedia dipersunting oleh pemuda itu. Begitu juga sebaliknya, seorang pemuda harus bertanggungjawab apabila dia berani menyematkan setangkai daun beringin di sanggul seorang gadis.

Seperti itulah aturannya, namun Begitulah aturan yang berlaku dan tidak ada yang main-main menganggapnya nggak serius.
Jika si anak gadis tidak menginginkan pemuda yang mendekatinya dengan setangkai daun beringin, dia akan menari sambil manjauh, menghindar tanpa mempermalukan, … bagian itu pulaklah yang paling menarik ditonton. Lebih heboh lah dari accara Take me out.

About Manik Raja-Marbona

2 comments

  1. Manik Raja salah satu marga tertua dalam peradaban suku Batak, sejak Tahun 2013 timbul masalah seiring dengan Manik Raja dengan embel-embel singkatan MARBONA yg sedari awal kelahirannya membawa dampak yg kurang diterima semua kalangan. Kenapa membuat identias baru?, walaupun katanya itu singkatan, karena niatnya ada yg tidak beres. MARBONA=Marbun, Ada Mataraja ada Manurung. Model baru ini dibuat tanpa MUBES, Penempatan TUGU juga tanpa MUBES yang akhirnya dituntut dan menimbulkan Musibah terjadi longsor dan Mual yg ada menjadi kering kerontang. Kemudian penetuan TULANG & HULA-HULA Manik Raja juga tanpa hasil MUBES juga hanya ditetapkan sepihak orang-orang tertentu dalam suatu rapat yg direkayasa. Saya sudah 3 kali ke si Igar-Igar dan terakhir saya saksikan sendiri langsung bahwa mual Manik yg ada di samping kanan/belakang tugu dibawah pohon beringin sudah kering kerontang dan banyak kejadian-kejadian lain, saya meyakini krn tidak dilakukan dengan baik sehingga Sahala Nenek Moyang murka, maka saya sarankan kepada saudara-saudaraku belum ada kata terlambat kita kembali mengikuti yg sebenarnya, kalaupun ini sudah jadi nanti ini bisa saja jadi bagian dari sejarah dan kita kembali ketanah Leluhur Manik Raja di SIOMA-SALAON DOLOK, Kecamatan Ronggurni Huta Kabupaten Samosir dan disana juga sudah ada situs OP.SILAURAJA.

    • Manik Raja-Marbona

      Dalam Video ” Pados Tahi ” di Lumban manik samosir tidak ada kesepakatan Istilah MUBES dan MUBES hanya kemauan segelintir orang dan mau merubah semua kesepakatan di lumbanmanik dan coba buka video pados tahi ada beberapa marga manik yang berbicara termasuk Ir Ruben Manik dan Guntur Manik dan Aman Dora Manik(+) serta manik dari kisaran dan buntumauli ….dll …dan akhirnya kesimpulan dipastikan di Sigarigar kenapa saat itu tidak dipending dulu atau di buat MUBES seperti konsep mereka…………..seharusnya di Pados Tahi acara MUBES dibahas ….bukan setelah kesimpulan diambil baru MUBES dibicarakan dan Marbona Provsu dan Marbona Kota Medan tidak setuju dan menolak dengan tegas MUBES………….kami sarankan tonton video ” PADOS TAHI ‘ Yang sudah kami upload di Web Site ” manikraja-marbona.com”…..dan SK MUBES tidak kami akui karena Manik Raja ( Marbona ) Provsu dan kota Medan tidak diajak diskusi untuk menyelenggarakan MUBES dan kami akan upload semua proses pembuatan Tugu….. termasuk SuratPengunduran diri Ruben Manik sebagai Ketua Jabodetabek mengundurkan diri yang sudah ditandatangani diatas materai 6000…..dan kemudian aktif kembali yang seharusnya beliau mencabut surat pengunduran diri baru bisa aktif kembali dan ingat lah kita ini bukan partai politik kita berazaskan sosial dan tanggal 17/2/2013 ditandangani MOU penempatan Tugu Manik Raja di Sigarigar yang ditandatangani Ir Ruben Manik …..dan Tanggal 6 Mei 2013 di konsep SK Panitia MUBES….ada apa dibalik MUBES ini………..??????? kalau jadi MUBES itu kami tidak hadir dari kota medan dan provsu….sehingga jika dipaksakan MUBES yang hadir paling banyak +/- 20 orang……….mauliate

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *